About the author

Related Articles

One Comment

  1. 1

    Elfizon Anwar

    TAK PERLU DIPOLEMIKKAN!

    NASIB PERJUANGAN ALI BIN ABI THALIB SAMA DENGAN NABI IBRAHIM AS?

    Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”. [SQS. Maryam, 19:46]

    Al Quran a.l. adalah dokumen sejarah yang paling benar direkam oleh para malaikat (QS. 50:18) tentang kemajuan peradaban umat manusia sejak adanya manusia sampai nanti pada Hari Kiamat (QS. 7:187)

    Bagaimana posisi Ali bin Abi Thalib a.l.:

    Ali bin Abi Thalib itu bernasib sama dengan Nabi Ibrahim As karena misi pribadi beliau yang hakiki adalah berhadapan dengan ahlul baitnya sendiri, ayah kandung beliau yang sampai akhir hayatnya mampu mengakui keberadaan Islam dan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang Rasul Allah dan penutup para nabi (QS. 33:40) tapi beliau tak mampu berbaiat atau bersyahadat dengan terang-terangan.

    Untungnya, sikap Abi Thalib tidak sama dengan kerasnya dengan bapak Nabi Ibrahim As. bahkan secara terang-terangan beliau adalah pendukung kuatnya misi suci Nabi Muhammad SAW dan anaknya, Ali bin Abi Thalib itu sendiri.

    Ini salah satu hikmahnya bagi Nabi Muhammad SAW ketika beliau dianugerahi sebagai nabi dan rasul, ahlul bait kedua orang tua beliau diwafatkan Allah SWT sehingga kedua orang tua beliau belum dan tidak mengikuti adanya misi Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul (QS. 33:40).

    Tidak saja kedua orang tua beliau tidak dipertemukan alias diputuskan Allah SWT bahkan pewaris nasab atau keturunan beliau pun diputuskan oleh Allah SWT sehingga beliau bernasib sama dengan Nabi Nuh As tidak diabadikan istilah KETURUNAN MUHAMMAD (QS. 19:58).

    Bedanya, jika ahlul bait, anak kandung Nabi Nuh As diputus Allah SWT karena durhaka kepada Allah SWT dan Nabi Nuh As sendiri (QS. 11:46) maka ahlul bait, anak-anak kandung lelaki Nabi Muhammad SAW diwafatkan ketika beliau masih kecil sehingga Insya Allah sudah menanti Nabi Muhammad SAW di jannah.

    Mereka yang mengaku sebagai pewaris ‘keturunan ahlul bait’ atau keturunan nabi dan keturunan rasul adalah bukannya pewaris sah dari keturunan Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW sbb.:

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Jadi kalau masih ada sebagian kelompok yang mengaku pewaris Keturunan Muhammad (QS. 19:58) atau keturunan nabi, keturunan ahlul bait atau keturunan rasul sekalian, maka itu adalah dusta yang besar terhadap Nabi Muhammad SAW.

    Karena itulah, Allah SWT sengaja memutus pewarisan nasab dari Keturunan Nabi Muhammad SAW mengingat sudah pasti mereka yang mengaku-ngaku para pewaris tersebut nantinya sudah pasti tidak akan mampu menjaga kemuliaan dan kesucian keluarga Nabi Muhammad SAW itu sendiri, simak contoh konkrit di bawah ini:

    “CUCU NABI MUHAMMAD ‘MURTAD !-THE GRANDSON OF THE PROPHET MUHAMMAD APOSTATIZED !!

    https://www.youtube.com/watch?v=vTBWNDn9Lo8&t=295s

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2014 - 2021 Allright Reserved. Design by IRTAQI Team.