Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya
Jika seorang hamba dibuat kaya dan mampu memiliki fasilitas mewah, maka dia boleh bersenang-senang secara halal dengannya.
Tetapi hamba saleh akan memutuskan untuk mengambil prosentase SEDIKIT saja untuk bersenang-senang.
MAYORITAS dunianya justru akan digunakan dan ditundukkan untuk beramal saleh.
Inilah makna ayat dalam Sūrah al-Qaṣaṣ, yakni saat ada perintah mencari ganjaran akhirat memakai pemberian Allah di dunia.
Yakni, gunakan dunia yang diberikan Allah kepadamu sebagian besar untuk membangun akhiratmu.
Allah menceritakan bagaimana kaum nabi Musa menasihati Qārūn yang berharta banyak sebagai berikut,
Artinya,
“Carilah negeri akhirat memakai apa yang diberikan Allah kepadamu.” (Q.S. al-Qaṣaṣ: 77)
Ibnu ‘Āsyūr berkata,
Artinya,
“Firman Allah, ‘Fīmā ātākallāh’ dengan memakai harfi fī ẓarfiyyah bermakna, carilah (akhirat) dengan menggunakan SEBAGIAN BESAR atau MAYORITAS –dunia yang diberikan-Nya kepada kalian.” (al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, juz 20 hlm 178)
22 Zulhijah 1444 H/ 10 Juli 2023 pukul 09.24