Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ada yang punya gedung bagus, modal besar, sarana mewah tapi konsep pendidikannya kurang bermutu. Ada yang punya konsep luar biasa, teruji secara teoritik maupun praktek tapi miskin sarana. Indahnya cara Allah menguji amal hamba. 19 Desember 2023/ 6 Jumādā al-Ṡāniyah 1445 H pukul 12.13 Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Seorang wanita mau menikah. Ayahnya sudah wafat. Punya adik mahasiswa. Pamannya masih ada. Siapa yang berhak menikahkan? Jawabannya adalah adiknya. Sebab saudara adalah wali yang lebih dekat daripada paman. *** Jika saudara lebih dari satu, maka yang didahulukan yang paling bagus agamanya dan paling berilmu […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Lafaz (اللَّفْظُ), dalam kajian sintaksis Arab biasanya didefinisikan sebagai “Al-ṣaut al-musytamil ‘alā al-ḥurūf al-hijā’iyyah”, yakni “bunyi yang mengandung huruf hija’iyyah”. Biasanya untuk memudahkan saya suka menerjemahkannya dengan istilah “bunyi bahasa” Lawannya disebut “dāllah” (الدَّالَّةُ). Yakni penanda apapun yang bisa dipakai untuk berkomunikas... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Sebab ia dipecah dari kata kalama (كَلَمَ) yang bermakna “melukai”. Memang, kata-kata itu bisa melukai hati dan jiwa orang sampai level pedihnya seumur hidup. Jauh lebih sakit daripada luka pada tubuh yang disebabkan oleh pisau yang mungkin sembuh dalam beberapa hari lalu lupa seumur hidup. […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya “Kezaliman Yahudi sampai hari ini termasuk yang semisal dengan mereka membuat kita paham mengapa syariat jihad harus ada!” 10 Desember 2023/ 27 Jumādā al-Ūlā 1445 H pukul 14.51 Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Bagaimana kita mengi’rabi kata bāb pada judul pembahasan misalnya bāb al-kalām (بَاب اْلكَلَامِ)? Ada 4 cara. Kata bāb difahami sebagai khabar. Mubtada’nya maḥżūf. Perkiraannya hāżā bābu al-kalām (هذا بَابُ اْلكَلَامِ) Kata bāb difahami sebagai mubtada’. Khabarnya maḥżūf. Perkiraannya bābu al-kalām hāżā (بَابُ اْلكَلَامِ هذا) Kata […] Read more

















