Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Salah satu ujian saat bertemu kerabat dan bersilaturahmi adalah gibah/menggunjing. Entah kita yang tidak sadar menggunjing, atau kita mendengar gunjingan dari kerabat. Makna gibah/menggunjing adalah menyebut aib orang lain yang sesuai dengan fakta sementara orang yang kita bicarakan tidak ada di situ. Misalnya kita pernah […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Salah satu ujian orang silaturahmi adalah tergoda pamer. Terutama silaturahmi atau jumpa kawan dalam forum-forum pertemuan besar bertajuk reuni, temu kangen, anjangsana, halal bihalal/istihlal, resepsi, dan semisalnya. Kadang agar samar dan terlihat “syar’i” nyebutnya “tahadduts bin ni’mah”. Padahal hakikatnya ya pamer juga. Istilah lain untuk […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di zaman dahulu ada kepala kepolisian (صَاحِبُ الشُّرْطَةِ) yang saleh dan fakih. Namanya Ibrāhīm bin Ḥusain bin Khālid. Beliau adalah murid Muṭarrif bin ‘Abdullāh; ulama yang pernah belajar kepada Imam Mālik. Dikatakan saleh, berarti orangnya baik, bertakwa dan berakhlak mulia. Dikatakan fakih berarti beliau menguasai […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Kalau hanya bertumpu pasal-pasal, hukum itu bisa diperjual-belikan. Yang salah bisa direkayasa jadi benar, dan yang benar bisa dicarikan pasal untuk disalahkan. Industri hukum dan mafia hukum itu nyata, tidak usah mengelak atau mengingkari. Oleh karena itu, dalam penerapan hukum positif, pengontrol vonis hakim itu […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Di antara godaan saat melacak nasab adalah bersemangat menelusuri nasab yang terhubung pada “orang penting”, tapi ogah-ogahan melacak nasab kerabat yang “bukan siapa-siapa”, apalagi yang membuat malu. Kepentingan menelusuri nasab yang terhubung dengan orang penting bisa bermacam-macam. Tapi umumnya memang untuk kepentingan duniawi. Untuk bangga-banggaan, menaikkan gengsi, menunjukkan diri [... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Menyembunyikan dosa itu bukan sok suci, tapi malu.” Bermaksiat terang-terangan itu bukan jujur, tapi kurang ajar kepada Allah.” Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa malu itu sebagian dari iman. Al-Bukhārī meriwayatkan, عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، «مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَجُلٍ وَهُوَ يُعَاتِبُ أَخَاهُ فِي […] Read more

















