Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin). Di antara sifat hamba Allah yang saleh adalah berani bertanggung jawab, rendah hati dan tidak sombong mengakui kesalahan. Jika dia bersalah, maka dia tidak mencari kambing hitam, menyalahkan orang lain dan melemparkan tanggungjawab ke pundak pihak lain. Jika dia seorang suami misalnya, lalu wataknya berubah menjadi pemarah, dia tidak […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin). Rasa sakit dan kepahitan hidup terkadang pertanda ada dosa yang sedang bekerja untuk membinasakan, sebagaimana demam dan panas menjadi tanda ada virus yang sedang menginfeksi tubuh. Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Wahai engkau yang risau dengan omongan orang tentangmu, Mengapa engkau tidak risau dengan pembicaraan Allah tentangmu? Sesungguhnya seorang hamba dibicarakan Allah dan malaikat-Nya sebagaimana kita dibicarakan orang di dunia tentang keburukan atau kebaikan kita. Muslim meriwayatkan, عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Contoh penggunaan lafal jauf (الجوف) dalam pembahasan fikih puasa adalah kaidah yang disebutkan oleh al-Nawawī dalam kitab Rauḍatu al-Ṭālibīn berikut ini, مِنَ الْمُفْطِرَاتِ دُخُولُ شَيْءٍ فِي جَوْفِهِ (روضة الطالبين وعمدة المفتين (2/ 356) Artinya, “Di antara hal-hal yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam jauf-nya.” Dalam kaidah di […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) *** Tidak ada orang yang punya pesona, aura dan kharisma sebesar orang yang membaiki sesama lalu dia tidak butuh pujian, tepuk tangan, apresiasi, ucapan terima kasih atau balasan dari orang yang dibaikinya. Tapi ikhlas beramal karena Allah itu memang tidak mudah. Kita selalu digoda untuk pamrih kepada selain […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Terbalik! Justru lelaki yang bertakwa yang normal itu yang paling hebat syahwatnya terhadap wanita. Mengapa? Sebab dia terbiasa menahan pandangan, terbiasa menjaga kehormatan, dan terbiasa membendung gejolak syahwatnya. Seperti air, gejolak birahi itu lama-lama mengumpul, membentuk seperti danau dalam bendungan dan siap menyembur dahsyat menyapu apapun yang dilewatinya […] Read more

















