Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Begitu Anda pertama kali melihat Kakbah secara langsung, maka bersyukurlah. Sebab tidak semua hamba diberi nikmat seperti itu. Di momen ini ingatlah bahwa bangunan berbentuk kubus itu telah dimuliakan Allah dengan dinisbahkan kepada nama-Nya dan disebut Baitullah (rumah Allah). Mintalah kepada Allah supaya Kakbah ditambah […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya) Tidak disunahkan mengangkat tangan setinggi pundak saat saat memulai tawaf, yakni ketika mengucapkan, بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Ini berbeda dengan salat. Dalam salat, ketika orang memulai salat dan bertakbir, disunahkan mengangkat tangan setinggi pundak atau telinga karena Rasulullah ﷺ mencontohkannya. Adapun dalam tawaf, tidak ada […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Doa dan zikir tawaf itu lumayan banyak. Jika orang tiba-tiba mendapatkan kesempatan umrah, terkadang tidak sempat menghafal seluruh zikir dan doa-doa tersebut. Lalu bagaimana solusinya? Di antara solusi adalah berumrah bersama orang berilmu, atau pembimbing, lalu beliau yang membaca doa sementara jamaah mengaminkan. Termasuk wanita […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Mem-“pause” tawaf tanpa uzur tidak dianjurkan. Bahkan hukumnya makruh. Al-Nawawi berkata, «ويُكْرَهُ قَطْعُهُ بلا سَبَبٍ». «الإيضاح في مناسك الحج والعمرة» (ص242) Artinya, “Dimakruhkan memotong tawaf tanpa sebab.” (al-Īḍāḥ fī Manāsiki al-Ḥajj wa al-‘Umrah hlm 242) Jangankan untuk hal yang tidak penting, mem-“pause” tawaf wajib untuk […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Barangsiapa diilhami sebuah doa, berarti dia memang hendak diberi.” *** Al-Baihaqī meriwayatkan, «ومن أعطي الدعاء أعطيْ الإجابة». «شعب الإيمان» (6/ 295 ط الرشد) Artinya, “Barangsiapa diberi doa, maka dia akan diberi pengabulan.” (Syu’abu al-īmān, juz 6 hlm 295) *** Walaupun “hanya” doa, jika tidak ada […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Sunahnya romal (الرَّمَلُ), yakni berjalan cepat hingga bahu terguncang pada 3 putaran pertama saat tawaf itu ada sejarahnya. Syahdan, suatu saat Rasulullah ﷺ hendak bertawaf bersama para Sahabat pada peristiwa umrah Qaḍā’. Saat itu Mekah masih dikuasai kafir Quraisy. Lalu orang-orang musyrik menggunjing kaum muslimin […] Read more

















