Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Lafaz (اللَّفْظُ), dalam kajian sintaksis Arab biasanya didefinisikan sebagai “Al-ṣaut al-musytamil ‘alā al-ḥurūf al-hijā’iyyah”, yakni “bunyi yang mengandung huruf hija’iyyah”. Biasanya untuk memudahkan saya suka menerjemahkannya dengan istilah “bunyi bahasa” Lawannya disebut “dāllah” (الدَّالَّةُ). Yakni penanda apapun yang bisa dipakai untuk berkomunikas... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Sebab ia dipecah dari kata kalama (كَلَمَ) yang bermakna “melukai”. Memang, kata-kata itu bisa melukai hati dan jiwa orang sampai level pedihnya seumur hidup. Jauh lebih sakit daripada luka pada tubuh yang disebabkan oleh pisau yang mungkin sembuh dalam beberapa hari lalu lupa seumur hidup. […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya “Kezaliman Yahudi sampai hari ini termasuk yang semisal dengan mereka membuat kita paham mengapa syariat jihad harus ada!” 10 Desember 2023/ 27 Jumādā al-Ūlā 1445 H pukul 14.51 Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Bagaimana kita mengi’rabi kata bāb pada judul pembahasan misalnya bāb al-kalām (بَاب اْلكَلَامِ)? Ada 4 cara. Kata bāb difahami sebagai khabar. Mubtada’nya maḥżūf. Perkiraannya hāżā bābu al-kalām (هذا بَابُ اْلكَلَامِ) Kata bāb difahami sebagai mubtada’. Khabarnya maḥżūf. Perkiraannya bābu al-kalām hāżā (بَابُ اْلكَلَامِ هذا) Kata […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Wanita yang bercerai atau ditinggal mati suaminya sangat rawan terjerat lelaki jahat sehingga berzina. Sebab saat masih bersuami, hati kecilnya masih ada perasaan bersalah jika berkhianat. Tapi jika sudah tidak ada suami, hilanglah perasaan berkhianat itu! Dia bisa berzina tanpa takut disebut selingkuh. Dia bisa […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Lafaz (الكَلِمَةُ) yang biasa diterjemahkan “kata” bisa dibaca dengan 3 cara, PERTAMA, dibaca dengan wazan seperti nabiqah (النَّبِقَةُ). Jadi ia dilafazkan “kalimah” (الكَلِمَةُ). Ini dialek Hijāz dan inilah yang dipakai dalam Al-Qur’an. KEDUA, dibaca dengan wazan seperti sidrah (السِّدْرَةُ). Jadi ia dilafazkan “kilmah” (الكِلْمَةُ). Ini […] Read more

















