Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) “Nukat” itu sangat mirip dengan “hasyiyah”. Tidak heran jika ada ulama yang mensinonimkan antara “hasyiyah” dengan “nukat”. Jadi, siapapun yang telah memahami dengan baik perbedaan antara syarah dengan “hasyiyah”, maka insya Allah dia telah memahami secara umum perbedaan antara syarah dengan “nukat”. Silakan dibaca catatan saya sebelumnya yang […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Jika kita sudah paham perbedaan antara syarah dengan hasyiyah, maka insya Allah kita akan mudah memahami perbedaan antara syarah (الشرح) dengan taqrir (التقرير) (silakan dibaca catatan saya yang mengupas perbedaan syarah dengan hasiyah yang berjudul “Apa Bedanya “Syarah” Dengan “Hasyiyah”?”) “Taqrir” adalah bentuk “mashdar” dari kata kerja “qorroro” […] Read more
Oleh; Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R Rozikin) Seluruh ajaran Islam, baik yang tercantum dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah, yang tertulis di buku-buku Islam maupun yang diceramahkan oleh para ulama, ustaz, kyai dan dai di berbagai forum, pada intinya sebenarnya bersumber dari dua kepercayaan saja. Artinya, jika ada ajaran yang diklaim sebagai ajaran Islam, atau pemikiran yang […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Kadang-kadang, ketika kita membaca teks Arab, kita mendapati kalimat yang berbunyi “dhightsan ‘ala ibbalah” (ضِغْثًا عَلَى إِبَّالَةٍ). Misalnya apa yang ditulis oleh Ibnu ‘Asyur dalam kitab tafsir belau yang bernama “At-Tahrir wa At-Tanwir” berikut ini, فَقَدْ كَانَ فِعْلُهُ ضِغْثًا عَلَى إِبَّالَةٍ (التحرير والتنوير (27/ 129) Kalimat ini agak […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Secara umum bisa dikatakan bahwa “syarah” (الشرح) dan “hasyiyah” (الحاشية) itu bisa saja dibedakan, akan tetapi tetap akan sangat susah dipisah tegas karena memang ada banyak sisi yang beririsan. Karenanya, banyak orientalis Barat yang menganggap dua macam gaya karangan ini sama saja karena begitu tidak mudahnya menemukan titik-titik […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Ada dua macam makna harf “lam”, yaitu “lam ghoyah” dan “lam illat”. Harf lam ini banyak muncul dalam nas, misalnya pada lafaz alhamdu lillah, inna lillah, lillahi ta’ala, dan lain-lain. Di antara makna “lam” adalah untuk menunjukkan “ghoyah” (tujuan). “Lam” jenis ini dinamakan “lam ghoyah” (لاَمُ الغَايَة). Contohnya: […] Read more















