Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Secara umum bisa dikatakan bahwa “syarah” (الشرح) dan “hasyiyah” (الحاشية) itu bisa saja dibedakan, akan tetapi tetap akan sangat susah dipisah tegas karena memang ada banyak sisi yang beririsan. Karenanya, banyak orientalis Barat yang menganggap dua macam gaya karangan ini sama saja karena begitu tidak mudahnya menemukan titik-titik […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Ada dua macam makna harf “lam”, yaitu “lam ghoyah” dan “lam illat”. Harf lam ini banyak muncul dalam nas, misalnya pada lafaz alhamdu lillah, inna lillah, lillahi ta’ala, dan lain-lain. Di antara makna “lam” adalah untuk menunjukkan “ghoyah” (tujuan). “Lam” jenis ini dinamakan “lam ghoyah” (لاَمُ الغَايَة). Contohnya: […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Orang yang mendapatkan petunjuk itu bukan orang yang “kokoh bin fanatik” pada guru tertentunya, juga bukan orang yang “ngotot” dengan pendapat komunitasnya, juga bukan orang yang membela mati-matian pemahaman afiliasinya, padahal fakta dari semua itu sebenarnya hanyalah taklid buta saja. Orang yang medapatkan petunjuk itu di antara cirinya […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Benar. Demikianlah yang beliau katakan sendiri dalam kitab “Tahdzib Al-Asma’ wa Al-Lughot”. An-Nawawi berkata, ومن كتب تفسير القرآن كالبسيط للواحدى، وكتاب الرمانى المعتزلى، وغيرهما من التفاسير الجامعة للغات. (تهذيب الأسماء واللغات (1/ 7) “(dalam mengambil ilmu tentang leksikologi saya mengambil) ..dari kitab-kitab tafsir Al-Qur’an seperti Al-Basith karya Al-Wahidi, […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Nama saya adalah Abu Haura Muafa bin Mualip bin Kasiran bin Karbi bin Sowinangun Al-Jawy Al-Indunisy At-Timasy (أبو حوراء معافى بن مؤلف بن كسيران بن كاربي بن سوويناغون الجاوي الإندونيسي التماسي). Abu Haura adalah kun-yah saya, karena anak pertama saya bernama Haura. Nama Muafa adalah nama yang saya […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Ringkasnya, istilah “wahi” bermakna “lemah sekali” sementara “dho’if” bermakna lemah biasa. Secara bahasa, istilah “wahi” sebenarnya tidak jauh beda dengan istilah “dhoif”. Al-Jauhari menggunakan kedua istilah tersebut dengan makna yang berdekatan. Al-Jauhari berkata, ووَهى الحائطُ، إذ ضَعُفَ وهمَّ بالسقوط (الصحاح في اللغة (2/ 297،) “Waha al-ha-ith, bermakna (dinding […] Read more















