Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Dari pernikahan pertama, Ibnu Hajar Al-‘Asqolani memperoleh anak berjumlah empat yang ternyata semuanya wanita. Hal ini membuat beliau sangat mendambakan anak laki-laki sehingga beliau memutuskan menikah lagi. Akhirnya Allah mengabulkan harapannya. Dengan istri kedua ini, lahirlah seorang putra yang sangat disayanginya. Demikian sayangnya Ibnu Hajar terhadap putranya, secara […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Nama asli kitab ini sebagaimana diterangkan pengarang dalam muqoddimah adalah “At-Tajrid li Naf’i Al-‘Abid”(التَّجْرِيدَ لِنَفْعِ الْعَبِيدِ). Secara singkat terkadang disebut dengan nama “At-Tajrid”. Makna bahasa “tajrid” jika terkait dengan kitab adalah “tahdzib/tanqiyah” (pembersihan). Jadi, dengan pemilihan kata “tajrid” ini berarti pengarang bermaksud untuk menulis sebuah kitab yang ber... Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Lafaz ‘Arobun (العَرَبُونُ) kadang disebut ‘Urbun (العُرْبُون) atau ‘Urban (العُرْبانُ). Huruf ‘ain para variasi pelafalan ini kadang-kadang diganti hamzah sehingga lafaz ini memiliki enam variasi cara baca. Dari keenam variasi cara baca itu, pelafalan yang paling fasih adalah ‘Arobun (العَرَبُونُ). Makna ‘arobun mudahnya adalah “uang muka/persekot/uang panjar/ Down […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Suatu saat, Aisyah, istri kesayangan Nabi ﷺ bertanya tentang doa yang sebaiknya dibaca di malam yang disebut dengan istilah Lailatul Qodar. Jawaban Nabi ﷺ disebutkan dalam hadis riwayat At-Tirmidzi berikut ini, عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا […] Read more
Oleh; Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Yang dimaksud kitab “At-Tahqiq” (التحقيق) dalam pembicaraan ini adalah kitab fikih bermazhab Asy-Syafi’i yang ditulis oleh An-Nawawi (w. 676 H). Kitabnya berbentuk mukhtashor tetapi kadang-kadang disebutkan dalil sedikit jika dianggap perlu. Dalam menulis kitab ini, An-Nawawi tidak sempat menuntaskannya, karena beliau keburu wafat pada saat penulisannya baru sampai bab […] Read more

















