Oleh : Ust. Muafa Kita tengah membicarakan seorang pakar manzhumah bermadzhab Asy-Syafi’i asal Mesir yang wafat pada 989 H. Nama lengkapnya Syarofuddin Yahya bin Nuruddin bin Musa bin ‘Amiroh. Karya manzhumahnya dalam ilmu nahwu yang bernama “Ad-Durrotu Al-Bahiyyah”, yakni bentuk puisi dari matan Al-Ajurrumiyyah, terkenal bukan hanya di kalangan madzhab Asy-Syafi’i tetapi juga madzhab-madzhab lainnya. […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Makna bahasa dhobth (الضبط) adalah hifzhu asy-syai-‘ bil hazmi (menjaga sesuatu secara ketat). Dalam ilmu khoth/rosm-imla’ secara mudah dhobth bisa diartikan sebagai “Aktivitas memberi harokat dan titik pada sebuah kata secara tepat”. Pengertian ini masih terkait dengan makna bahasanya, karena tujuan orang memberi harokat dan titik adalah untuk menjaga kesalahan pelafalan […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Pemberian gelar terhadap seorang ulama sebenarnya adalah bentuk husnuzhon kaum muslimin terhadap seorang tokoh, bukan keinginan ulama itu sendiri. Tidak ada ulama salih yang meminta dipanggil dengan gelar kebesaran tertentu yang ia inginkan. Kadang penyematan gelar itu akurat, kadang juga tidak akurat. Jika yang memberikan gelar para awam atau fanatikus buta […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Kitab fatwa berbeda dengan kitab fikih. Meskipun kitab fatwa juga mengandung pembahasan fikih, tetapi kitab fatwa sifatnya lebih luas karena kadang-kadang juga membahas persoalan akidah, hadis, tafsir ayat, tafsir hadis, i’rob dan lain-lain. Jika kitab fatwa membahas fikih, maka yang dibahas adalah persoalan spesifik yang terjadi di tempat dan waktu tertentu. […] Read more
Oleh: Ustadz Muafa Ijtihad-ijtihad Al-Imam Asy-Syafi’i sebagai pendiri dan pembangun madzhab Asy-Syafi’i adalah ijtihad yang mendalam, komprehensif dan lengkap mencakup semua persoalan yang sanggup dijangkau oleh beliau di zaman hidupnya, mulai urusan ibadah, nikah sampai soal yang bersentuhan dengan daulah. Hanya saja, beliau adalah manusia biasa. Sejenius apa pun daya prediksi Asy-Syafi’i dalam memperkirakan persoalan [... Read more
oleh Ustadz Muafa Semua ilmu dari sisi kedalaman penguasaan terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu, 1. Iqtishor (الاقتصار), 2. Iqtishod (الاقتصاد), dan 3. Istiqsho’ (الاستقصاء). Yang dimaksud kadar iqtishor adalah kadar cukup yang diperlukan seorang hamba, tidak kurang dan tidak lebih. Kadar iqtishod adalah kadar pertengahan. Mendalami lebih jauh tetapi juga tidak sampai ke derajat pakar […] Read more
Oleh: Ust. Muafa لو كان الغزالي نبيا لكان معجزته الوجيز Artinya: “Seandainya Al-Ghozzali adalah nabi, niscaya kitab Al-Wajiz adalah mukjizatnya” Demikian konon Murtadho Az-Zabidi memuji kedudukan tinggi kitab Al-Wajiz. Terasa agak “lebai” mungkin, tapi mengapa sampai ada ucapan seperti itu? Tentu akan sulit menentukan jawaban pastinya karena para ulama yang menukil ucapan itu juga tidak […] Read more