oleh Ustadz Muafa Semua ilmu dari sisi kedalaman penguasaan terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu, 1. Iqtishor (الاقتصار), 2. Iqtishod (الاقتصاد), dan 3. Istiqsho’ (الاستقصاء). Yang dimaksud kadar iqtishor adalah kadar cukup yang diperlukan seorang hamba, tidak kurang dan tidak lebih. Kadar iqtishod adalah kadar pertengahan. Mendalami lebih jauh tetapi juga tidak sampai ke derajat pakar […] Read more
Oleh: Ust. Muafa لو كان الغزالي نبيا لكان معجزته الوجيز Artinya: “Seandainya Al-Ghozzali adalah nabi, niscaya kitab Al-Wajiz adalah mukjizatnya” Demikian konon Murtadho Az-Zabidi memuji kedudukan tinggi kitab Al-Wajiz. Terasa agak “lebai” mungkin, tapi mengapa sampai ada ucapan seperti itu? Tentu akan sulit menentukan jawaban pastinya karena para ulama yang menukil ucapan itu juga tidak […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Ini contoh distorsi istilah “fitnah” yang sudah kadung menyebar di mana-mana. Barangkali yang pertama kali membuat perumpamaan itu mendasarkan pada ayat dalam Al-Qur’an: {وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ } [البقرة: 191] Artinya : “Al-Fitnah itu lebih dahsyat/berat daripada pembunuhan (Al-Baqoroh: 191) Ini tidak benar. Memang kebetulan bahasa indonesia memiki kosakata “fitnah” sebagaimana […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Nama yang diberikan pengarangnya adalah Al’Aziz (العزيز). Hanya saja sebagian ulama merasa “tidak enak” menyebut kitab ini Al-‘Aziz karena seperti menyamakan kitab ini dengan Al-Qur’an yang memiliki nama lain Al-‘Aziz. Akhirnya mereka menambahi kata Al-Fathu di depannya sehingga menjadi Al-Fathu Al-‘Aziz. Dengan nama baru ini, lahirnya kitab ini seakan-akan dipahami sebagai […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Yang lebih populer di masyarakat adalah informasi bahwa Al-Muharror itu ringkasan dari Al-Wajiz. Pendapat ini dikemukakan oleh Al-Bujairimi sebagaimana tercantum dalam kitabnya yang berjudul “At-Tajrid li Naf’i Al-‘Abid” atau yang lebih terkenal dengan nama “Hasyiyah Al-Bujairimi”. Pendapat ini kemudian diikuti mayoritas ulama yang menulis tentang madzhab Asy-Syafi’i seperti Al-Ahdal dalam kitab […] Read more
Oleh: Ust. Muafa Nama kitab ini hanya satu kata saja yaitu Al-Muharror (الْمُحَرَّرُ). Demikianlah nama yang masyhur dan tercantum dalam banyak manuskrip. Adapun nama panjang seperti “Al-Muharror Fi Furu’ Asy-Syafi’iyyah” atau “Al-Muharror Fi Al-Fiqh”, nama-nama ini tidak masyhur dan tidak didukung oleh banyak manuskrip. Arti muharror adalah “muhazdzab munaqqo” (yang diedit dan dibersihkan). Ibnu Hajar […] Read more

















