Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di antara cara tilawah yang benar adalah membaca dengan tenang, tidak terburu-buru, dan tidak dirisaukan dengan target menyelesaikan sampai ayat/surat/juz/lembar/hizib tertentu. Yakni membaca dengan penuh penghayatan, meresapi, perenungan, tadabbur dan tafakur. Ketika dalam momen berhenti itu, maka tidak masalah, bahkan malah bagus jika disela-selai dengan... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Diberi susah itu hikmahnya minimal dua. Pertama, lebih menghargai nikmat. Kedua, melembutkan hati. *** Saat masih mahasiswa dulu, saya pernah diuji dengan lapar. Suatu malam, kantong saya benar-benar kosong. Tidak ada uang sama sekali. Saya segera menduga bahwa esok hari sepertinya saya akan kelaparan. Tapi […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Prinsipnya, membaca Al-Qur’an itu amal saleh, baik di luar salat maupun di dalam salat. Hanya saja membaca Al-Qur’an di dalam salat lebih utama daripada di luar salat. Hal ini bermakna, merutinkan wirid/kebiasaan tilawah di dalam salat lebih dianjurkan daripada di luar salat. Alasannya, tilawah di […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ada pelajaran menarik saat Allah menceritakan awal mula kisah pernikahan Nabi Musa. Yang diceritakan Allah ternyata bukan proses “ta‘aruf”nya, detik-detik “nazhor”nya, bagaimana munculnya “cinta pertama”, kerinduan terhadap calon, keinginan untuk selalu bersama, momen akad nikah, kisah bulan madu, persitiwa bergandeng tangan dan segala macam romantisme [... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ayah nabi Musa bernama ‘Imrān (عِمْرَان). Ibu beliau bernama Yāwikh (يَاوِخ). Ibnu Katsīr berkata, «قَالَ السُّهَيْلِيُّ: وَاسْمُ أُمِّ مُوسَى يَاوِخُ». «البداية والنهاية» (2/ 36 ت التركي) Artinya, ‘Al-Suhailī berkata, ‘Nama ibu Musa adalah Yāwikh.” (al-Bidāyah wa al-Nihāyah, juz 2 hlm 36) Jika dilihat nasab nabi […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ajaran Nabi ﷺ dalam hal ucapan sebenarnya sudah sangat jelas. “falyaqul khairan au liyaṣmut”. Hendaknya ucapkan yang baik-baik saja, atau kalau tidak bisa maka diamlah. Di antara bahaya berbicara sembarangan adalah ucapan itu bisa menjadi sebab kita diuji. Bukan hanya ucapan nasihat. Semua ucapan kita, […] Read more

















