Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Allah itu bebas berkehendak tanpa paksaan siapapun. Allah berfirman, ﴿فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ﴾ [البروج: 16] Artinya, “Dia (Allah) berbuat apapun yang dikehendakiNya” (Q.S. Al-Burūj: 16) Jadi bisa saja Dia memberi kemuliaan kepada hambaNya yang dikehendakiNya tanpa harus ada persembahan apapun, atau ibadah apapun, atau ikhtiar apapun atau “jasa” apapun. […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Ringkasnya begini; “Pertama-tama citra tasawuf dirusak oleh al-Ḥallāj, kemudian dibersihkan susah payah oleh al-Gazzālī, kemudian dihancurkan lagi oleh tasawuf Ibnu ‘Arabī” Uraian: Salah satu dimensi terpenting ajaran Nabi ﷺ adalah pembersihan jiwa dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Lama-lama ajaran itu terbentuk menjadi ilmu terstruktur. Yakni ketika sudah […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Hal paling menakjubkan dari kisah nabi Adam itu sebenarnya bukan soal berbincang-bincang dengan malaikat, melihat surga, atau bahkan bercakap-cakap dengan Allah. Tapi yang paling menakjubkan adalah seandainya nabi Adam sanggup melawan penyesatan Iblis, sanggup mengendalikan hawa nafsunya sehingga tidak makan buah pohon terlarang, dan sanggup mengutamakan rida Allah […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Jangan pernah berlebihan dengan apapun yang dianggap sebagai keajaiban. Sebab sepanjang sejarah, keajaiban itu punya dua sisi: Bisa menyesatkan dan bisa juga menambah iman. Keajaiban yang menambah iman adalah karamah pada kekasih Allah. Keajaiban yang bisa menyesatkan, bahkan mengkafirkan adalah yang dimiliki Dajjal Akbar di akhir zaman. Jangan […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Bagian ini sifatnya pelengkap saja. Argumentasi inti terkait haramnya menyebarkan pemikiran al-Ḥallāj dan Ibnu ‘Arabī sudah selesai dalam tulisan bagian kedua. Bagian ini saya sajikan dalam bentuk tanya jawab, yakni untuk menuntaskan pertanyaan yang barangkali muncul setelah membaca dua catatan sebelumnya. TANYA: “Jika mengucapkan kata-kata kekufuran seperti yang […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Muslim tidak harus bertasawuf dan bertarekat. Yang wajib itu menyembah Allah sebaik-baiknya sampai Allah rida, tidak peduli bertasawuf + bertarekat maupun tidak. Ilmu tasawuf itu sendiri maknanya secara mudah adalah ilmu penyucian jiwa dan ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Ia semacam “institusionalisasi” pengetahuan tazkiyatun nafsi dan […] Read more

















