Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Penipu yang mengaku ketemu Nabi Khidir dan mendapat ilmu darinya, tujuannya sederhana sebenarnya; Agar dimaklumi jika melanggar syariat! Setelah itu dia bebas menunggangi tengkuk pengikutnya dan dikendalikan kemanapun dia mau atas nama ilmu Nabi Khidir tersebut. Nalarnya begini, Dalam Al-Qur’an, beberapa tindakan Nabi Khidir diceritakan lahirnya bertentangan dengan syariat […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Ibnu ‘Āsyūr menasihati supaya waspada jika ketemu orang yang mengaku mendapatkan ilmu dari nabi Khidir, karena itu memang bisa menyesatkan. Beliau berkata, «فَكُونُوا عَلَى حَذَرٍ مِمَّنْ يَقُولُ: أَخْبرنِي الْخضر». [«التحرير والتنوير» (16/ 16)] Artinya, “Berhati-hatilah kalian dengan orang yang mengatakan, “Khidir bilang pada saya…” (al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, juz 16 […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Di antara hikmah adanya kemusyrikan dan kemaksiatan yang ditampakkan dengan penuh kebanggaan di depan umum (sementara kita tidak punya kekuatan mengubahnya) adalah membantu kita untuk ikhlas saat beramal saleh terang-terangan. Bagaimana nalarnya? Katakan begini dalam hati, “Kalau mereka berani terang-terangan bermaksiat dan membangkang Allah, mengapa aku lemah terang-terangan memuliakan... Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Bagaimana dengan tasawuf dalam kitab al-Ḥikam karya Ibnu ‘Aṭā’illah al-Iskandarī? Ibnu ‘Aṭā’illah al-Iskandarī mengikuti tarekat Syāżiliyyah. Tarekat ini didirikan oleh Abū al-Ḥasan al-Syāżilī (أبو الحسن الشاذلي) yang hidup setelah masa al-Gazzālī. Pernyataan al-Syāżilī menunjukkan tarekatnya mewajibkan diri konsisten dengan Al-Qur’an dan Sunah. Malahan beliau sampai berpesan kalau ada [... Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Jika seperti ini gambaran singkat perkembangan tasawuf, berarti ilmu tasawuf itu bermacam-macam. Tidak satu warna. Bisa jadi semuanya mengklaim memiliki tujuan sama, yakni menuju Allah, tapi ajaran, konsepsi, pemikiran, pendekatan dan metode yang digunakan ternyata berbeda-beda. Oleh karena itu, jika berminat untuk masuk tasawuf, jangan sembarangan memilih jenis […] Read more
IBRAH KISAH NABI ADAM: MEREMEHKAN SYARIAT DAN MENGAGUNGKAN HAKIKAT ADALAH DI ANTARA PINTU PENYESATAN
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Allah mengizinkan Adam dan Hawa bersenang-senang di surga sesuka mereka. Allah hanya melarang untuk mendekati sebuah pohon, apalagi memakan buahnya. Allah berfirman, ﴿وَقُلْنَا يَاآدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ﴾ [البقرة: 35] Artinya, “Aku berfirman, “Wahai Adam, tinggallah e... Read more















