Oleh : Ust. Muafa Ini contoh distorsi istilah “fitnah” yang sudah kadung menyebar di mana-mana. Barangkali yang pertama kali membuat perumpamaan itu mendasarkan pada ayat dalam Al-Qur’an: {وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ } [البقرة: 191] Artinya : “Al-Fitnah itu lebih dahsyat/berat daripada pembunuhan (Al-Baqoroh: 191) Ini tidak benar. Memang kebetulan bahasa indonesia memiki kosakata “fitnah” sebagaimana […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Nama yang diberikan pengarangnya adalah Al’Aziz (العزيز). Hanya saja sebagian ulama merasa “tidak enak” menyebut kitab ini Al-‘Aziz karena seperti menyamakan kitab ini dengan Al-Qur’an yang memiliki nama lain Al-‘Aziz. Akhirnya mereka menambahi kata Al-Fathu di depannya sehingga menjadi Al-Fathu Al-‘Aziz. Dengan nama baru ini, lahirnya kitab ini seakan-akan dipahami sebagai […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Yang lebih populer di masyarakat adalah informasi bahwa Al-Muharror itu ringkasan dari Al-Wajiz. Pendapat ini dikemukakan oleh Al-Bujairimi sebagaimana tercantum dalam kitabnya yang berjudul “At-Tajrid li Naf’i Al-‘Abid” atau yang lebih terkenal dengan nama “Hasyiyah Al-Bujairimi”. Pendapat ini kemudian diikuti mayoritas ulama yang menulis tentang madzhab Asy-Syafi’i seperti Al-Ahdal dalam kitab […] Read more
Oleh: Ust. Muafa Nama kitab ini hanya satu kata saja yaitu Al-Muharror (الْمُحَرَّرُ). Demikianlah nama yang masyhur dan tercantum dalam banyak manuskrip. Adapun nama panjang seperti “Al-Muharror Fi Furu’ Asy-Syafi’iyyah” atau “Al-Muharror Fi Al-Fiqh”, nama-nama ini tidak masyhur dan tidak didukung oleh banyak manuskrip. Arti muharror adalah “muhazdzab munaqqo” (yang diedit dan dibersihkan). Ibnu Hajar […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Istilah sunnah adalah di antara istilah yang paling sering didengar kaum muslimin. Sayangnya, masih banyak yang menempatkannya secara tidak tepat dan tidak tertib sehingga menimbulkan kebingungan, bahkan dalam sejumlah kasus, bisa menimbulkan fitnah perpecahan dan pertengkaran. Penyebab kekeliruan penempatan istilah sunnah seringkali disebabkan karena belum dipahaminya macam-macam makna sunnah dan konteks […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Nama lengkap kitab ini berdasarkan manuskrip-manuskrip yang terdapat pada Al-Maktabah Adh-Dhohiriyyah di Damaskus, Suriah adalah “Roudhotu Ath-Tholibin Wa ‘Umdatu Al-Muftin”(رَوْضَةُ الطَّالِبِيْنَ وَعُمْدَةُ الْمُفْتِيْنَ). Penamaan versi Haji Kholifah dalam Kasyfu Adh-Dhunun yang menyebutnya “Roudhotu Ath-Tholibin Wa ‘Umdatu Al-Muttaqin” ditinggalkan karena tidak sesuai dengan manuskrip-manuskrip tersebut. Asal kitab ini adala... Read more