Oleh Ust. Muafa Di antara syarat mutlak seseorang pantas disebut ulama adalah mengetahui bahasa Arab. Jika seorang dai masih mungkin orang yang bisa berbahasa Arab atau yang tidak bisa berbahasa Arab, tetapi untuk tingkatan ulama tidak bisa tidak pengetahuan bahasa Arab adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. Apalagi seorang mujtahid. Orang yang mencapai […] Read more
Oleh Ust. Muafa Hari tasyriq adalah hari yang mencakup tiga hari di bulan Dzulhijjah, yaitu tanggal 11,12, dan 13. Jika tanggal 10 Dzulhijjah sering kita sebut dengan istilah hari raya idul adha atau disebut juga yaumun nahri (hari penyembelihan), maka tiga hari sesudahnya yaitu tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah disebut dengan istilah hari-hari tasyriq (أيام […] Read more
Oleh Ust. Muafa Kita sudah sering dan terbiasa mendengar sebutan IDUL ADHA. Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah kita selalu bertemu dengan sebutan ini. Salat hari raya pada tanggal tersebut juga disebut SALAT IDUL ADHA. Pertanyaanya, “Sebenarnya apa makna idul adha? Mengapa dinamakan idul adha?” Lafaz idul adha (عِيْدُ الأَضْحَى) terdiri dari dua kata […] Read more
Oleh: Ustadz Muafa Tidak boleh menyembelih hewan kurban di luar hari tasyriq. Artinya, begitu matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah, maka mulai saat itu sudah tidak boleh lagi menyembelih hewan kurban. Jadi, orang yang mendapatkan amanah untuk menyembelih hewan kurban dan mendistribusikan dagingnya tidak boleh menahan hewan kurban itu melebihi tanggal 13 Dzul Hijjah. Tidak […] Read more
Oleh: Ust. Muafa Tidak ada halangan mengulang bacaan ayat saat salat dengan maksud tadabbur, tafakkur, munajat, itti’adh (mengambil pelajaran), berdoa, ta’tsir ‘alal ma’mumin (memberi pengaruh kepada makmum), membuat lebih berkesan dalam hati, membuat lebih khusyu’, dan semisalnya. Bahkan itu adalah kebaikan. Mengulang-ulang bacaan ayat tidak terlarang tanpa membedakan apakah dalam salat sunnah maupun salat wajib. […] Read more
Oleh Ust. Muafa 9 DzulHijjah 1438 H Di antara tipudaya Iblis dan setan untuk mencegah manusia beramal salih adalah menahan mereka berbuat baik karena menunggu sempurna. Ini keliru. Untuk berbuat kebaikan dan ketaatan tidak perlu menunggu bebas dari maksiat. Perumpamaan orang yang berjalan menuju Rabbnya, menempuh jalan kesucian, bergabung dengan kafilah orang-orang salih dan memburu […] Read more

















