Oleh: Ustadz Muafa Lahn adalah penyimpangan dalam berbahasa Arab karena tidak mengikuti kaidah-kaidah bakunya. Ibnu Faris dalam kitabnya; “Maqoyis Al-Lughoh” mengatakan: فأمَّا اللَّحْن بسكون الحاء فإمالة الكلامِ عن جهته الصحيحة في العربية. يقال لَحَن لحْنَا Adapun Lahn-dengan mensukunkan huruf Ha’- maknanya adalah penyimpangan berbahasa dari ketentuannya yang benar dalam bahasa Arab. Diungkapkan dengan Lahana-Lahnan (Maqoyis [... Read more
Oleh : Ust. Muafa Kita tengah membicarakan seorang pakar manzhumah bermadzhab Asy-Syafi’i asal Mesir yang wafat pada 989 H. Nama lengkapnya Syarofuddin Yahya bin Nuruddin bin Musa bin ‘Amiroh. Karya manzhumahnya dalam ilmu nahwu yang bernama “Ad-Durrotu Al-Bahiyyah”, yakni bentuk puisi dari matan Al-Ajurrumiyyah, terkenal bukan hanya di kalangan madzhab Asy-Syafi’i tetapi juga madzhab-madzhab lainnya. […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Makna bahasa dhobth (الضبط) adalah hifzhu asy-syai-‘ bil hazmi (menjaga sesuatu secara ketat). Dalam ilmu khoth/rosm-imla’ secara mudah dhobth bisa diartikan sebagai “Aktivitas memberi harokat dan titik pada sebuah kata secara tepat”. Pengertian ini masih terkait dengan makna bahasanya, karena tujuan orang memberi harokat dan titik adalah untuk menjaga kesalahan pelafalan […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Pemberian gelar terhadap seorang ulama sebenarnya adalah bentuk husnuzhon kaum muslimin terhadap seorang tokoh, bukan keinginan ulama itu sendiri. Tidak ada ulama salih yang meminta dipanggil dengan gelar kebesaran tertentu yang ia inginkan. Kadang penyematan gelar itu akurat, kadang juga tidak akurat. Jika yang memberikan gelar para awam atau fanatikus buta […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Kitab fatwa berbeda dengan kitab fikih. Meskipun kitab fatwa juga mengandung pembahasan fikih, tetapi kitab fatwa sifatnya lebih luas karena kadang-kadang juga membahas persoalan akidah, hadis, tafsir ayat, tafsir hadis, i’rob dan lain-lain. Jika kitab fatwa membahas fikih, maka yang dibahas adalah persoalan spesifik yang terjadi di tempat dan waktu tertentu. […] Read more
Oleh: Ustadz Muafa Ijtihad-ijtihad Al-Imam Asy-Syafi’i sebagai pendiri dan pembangun madzhab Asy-Syafi’i adalah ijtihad yang mendalam, komprehensif dan lengkap mencakup semua persoalan yang sanggup dijangkau oleh beliau di zaman hidupnya, mulai urusan ibadah, nikah sampai soal yang bersentuhan dengan daulah. Hanya saja, beliau adalah manusia biasa. Sejenius apa pun daya prediksi Asy-Syafi’i dalam memperkirakan persoalan [... Read more

















