Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di antara sigat jamak taksir adalah wazan af’ilatun (أَفْعِلَةٌ). Misalnya kata ragīf (رَغِيْفٌ) yang bermakna roti. Kata ini jika dijamakkan maka akan menjadi argifah (أَرْغِفَةٌ). Demikian pula kata jalīl (جَلِيْلٌ) yang bermakna agung/besar/hebat. Jika dijamakkan, maka ia diubah ke wazan af’ilatun menjadi aj-li-latun (أَجْلِلَةٌ). Dari […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Kitab al-Muqaddimah al-Ājurrūmiyyah karya Ibnu Ājurrūm telah membuktikan bahwa sebuah karya bermutu itu tidak harus tebal, panjang lebar dan berjilid-jilid. Terkadang sebuah karya kecil saja, tipis saja. Tapi karena ia merupakan abstraksi ilmu yang sangat dalam dan luas, maka karya kecil itupun lekas dikenali orang-orang […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ujian berat yang dirasakan oleh orang yang diberi anugerah ilmu din adalah melawan sifat munafik. Keras saat memberi fatwa orang awam, tapi longgar untuk diri sendiri. Tampil seperti orang suci, tapi batin penuh bangkai dan daki. Sensitif dengan najis selebar kepala kutu di kaki, tapi […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya “Tidak mungkin Allah berpaling dari hamba-Nya tanpa sebab.” *** Allah berpaling dari hamba itu haqq dan memang ada. Rahmat Allah tidak bermakna tidak ada hamba yang dibenci-Nya dan ditutup pintu hidayah padanya. Sebab sejarah menunjukkan ada orang-orang seperti Abu Jahal yang dikunci mati hatinya. Juga […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Al-‘Imrīṭī mengatakan bahwa kitab al-Muqaddimah al-Ājurrūmiyyah karya Ibnu Ājurrūm itu populer di tanah Arab, non Arab sampai Romawi! Beliau berkata, فِيْ عُرْبِهَا وَعُجْمِهَا وَالرُّوْمِ … أَلَّفَهَا الْحَبْرُ ابْنُ آجُرُّوْمِ Apa bukti yang menunjukkan popularitas ini? Di antara buktinya adalah kuantitas syarahnya. Kata Ibrāhīm Ḥukūmah saat […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Perhatikan potongan bait nazham al-‘Imrīṭī berikut ini, في عُرْبِهَا وَعُجْمِهَا Lafaz ‘ujmi pada bait di atas posisi sintaksisnya apa? Tentu saja ia berposisi sebagai ma’ṭūf (المعطوف) karena ia disambung salah satu harf ‘athaf yang dalam hal ini adalah harf wawu. I’rab kata yang berposisi sebagai […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Pembalasan terbaik kepada orang yang mengecewakan kita adalah mendoakan dia supaya dirahmati Allah dan diberi banyak kebaikan. Kita disakiti, tapi kita malah mensedekahinya! Sudah begitu dia tidak tahu lagi jika kita mensedekahinya! Amal membaiki sesama apa yang lebih ikhlas dari amal seperti ini?! Berat memang… […] Read more

















