Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Saat Rasulullah ﷺ disakiti kaumnya, maka beliau berdoa, اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ Artinya, “Ya Allah ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengerti.” *** Oo, alangkah indahnya jika seorang anak disakiti ibunya kemudian berdoa, اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأُمِّيْ فَإِنَّهَا لَا تَعْلَمُ Artinya, “Ya Allah ampunilah ibuku, [... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jawabannya adalah: tidak punya posisi i’rāb tertentu. Itu hukum asalnya. Jadi, saat bertemu fi’il māḍī, kita menyebutnya sebagai kata yang mabni yang tidak punya posisi i’rāb. Ia bisa mabni fathah, mabni sukun atau mabni damah tergantung kondisinya. Tapi tidak punya posisi i’rāb . Dikecualikan jika […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Saat seorang lelaki memejamkan mata, maka dia bisa mengkhayal atau berfantasi liar. Tapi hamba Allah yang ingin menjadi saleh, beliau justru sesekali menjadikan momen memejamkan mata itu untuk merasakan betapa sulitnya menjadi orang buta yang tidak bisa menikmati keindahan dunia. Jika dia memejamkan matanya terus […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Terakhir menyembelih kambing seingat saya adalah saat kelas dua SMA. Waktu itu saya menjadi ketua BDI (Badan Dakwah Islam) sehingga otomatis terlibat penyembelihan hewan kurban di sekolah, termasuk distribusinya. Setelah itu bertahun-tahun tidak pernah menyembelih lagi. Baru hari ini saya menyembelih lagi. Yakni menyembelih kambing […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di antara makna wazan ifta’ala adalah ittikhāẓ (اتِّخَاذ), yakni “mengambil sesuatu sebagai“ dengan asal kata sebagai obyek penderita. Hal ini bermakna, kata yang diubah ke wazan ifta’ala, pertama-tama cari dulu asal katanya, setelah itu tambahi makna ittakhaża sehingga nanti akan ketemu makna detailnya. Contoh: Kata […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jika sejumlah ulama memilih diksi taqrīb (التَّقْرِيْبُ) pada sebagian kitab mereka, sebenarnya apa makna taqrīb di situ? Sebagian ulama memang memilih kata taqrīb sebagai salah satu unsur penyusun judul kitabnya. Sebut saja Abū Syujā’. Matan beliau dalam fikih al-Syāfi‘ī nama aslinya adalah al-Gāyah wa al-Taqrīb […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Saya merekomendasikan 3 syarah terbaik untuk kitab al-Muqaddimah al-Ājurrūmiyyah. Pertama adalah syarah al-Kafrawi. Syarah ini bahasanya mudah, penjelasannya padat, dan ada kelebihan yang tidak dimililiki syarah-syarah lainnya, yakni ada segmen penjelasan i’rāb. Banyak penuntut ilmu yang senang dengan syarah ini karena bisa berlatih mengi’rabi. Khatam [... Read more

















