Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya I’rāb berikut ini benar apa tidak? مِنْ عَدُوَّكَ Jawabannya adalah: Jika min dianggap ḥarf jarr, maka jelas itu i’rāb yang salah. Karena isim yang didahului harf jarr wajib di majrur-kan. Tapi jika min dianggap fi’il dari kata māna-yamīnu-mainan (مان-يمين_مينا), maka kalimat di atas betul. Makna […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Pengajar Al-Qur’an dan hadis itu hukumnya fardu ain belajar bahasa Arab. Yakni belajar ilmu nahu. Fardu ain ya. Bukan sunah, apalagi mubah. Ahmad Zainī Daḥlān berkata dalam Syarah Mukhtaṣar Jiddan, وَحُكْمُ الشَّارِعِ فِيْهِ وُجُوْبُهُ الْكِفَائِيُّ عَلى أَهْلِ كُلِّ نَاحِيَةٍ وَاْلعَيْنِيُّ عَلى قَارِئِ التَّفْسِيْرِ وَالحَدِيْثِ Artinya, […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di antara teknik untuk lebih memahami makna zuhud adalah membayangkan diri diusap matanya, lalu dimandikan, dikafani, disalati, dibawa ke kuburan, di letakkan di liang lahad, lalu ditimbuni tanah, lalu dipasangi nisan, lalu didoakan. Kemudian semua orang pergi. Lalu kita sendirian. *** Nah, di momen itu, […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Terkadang mungkin kita bingung ḍamīr mustatir yang sifatnya jawāz itu kaidahnya bagaimana? Jawaban pertanyaan ini simpel sebenarnya. Pokoknya untuk ORANG KETIGA TUNGGAL, maka ḍamīr yang tersembunyi itu sifatnya tidak wajib. Boleh disembunyikan dan boleh dimunculkan. Istilah arabnya ḍamīr untuk gā’ib mufrad. Tidak peduli untuk mużakkar […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di antara dialek menarik adalah dialek Ḥimyar (حِمْيَرُ). Atau bisa juga disebut orang-orang Asy’ariyyīn. Kabilah ini memberi tanda ma’rifah pada isim dengan alif+mim, bukan alif+lam seperti yang kita kenal. Jadi kata al-Rajul (الرَّجُلُ), dalam dialek Ḥimyar diucapkan dengan kata imrajul (امْرَجُلُ). Hadis Nabi ﷺ yang […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Kata nahwu (النَّحْوُ) adalah contoh lagi maṣdar yang bermakna isim maf’ūl. Asalnya naḥā-yanḥū-naḥwan. Jadi, nahwu itu aslinya bermakna manḥuww (الْمَنْحُوُّ). Makna naḥā (نحَا) sendiri secara bahasa adalah qaṣadā (قَصَدَ), yakni menuju atau memaksudkan. Berarti, manḥuww maknanya adalah YANG DITUJU/DIMAKSUD/DISASAR. Dengan makna seperti ini, semestinya selu... Read more

















