Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Waktu menggundul atau memangkas rambut bagi orang yang berumrah jelas dimulai dilakukan setelah sai. Hanya saja tidak ada batasan waktu terkait jeda antara sai dengan memangkas/menggundul rambut. Jadi setelah sai, boleh saja orang menjeda satu jam dulu baru memangkas/menggundul rambut. Boleh juga dijeda 2 jam, […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di riwayatkan Rasulullah ﷺ bersabda, «فَأَرُوا اللَّهَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خَيْرًا». «مسند الشاميين للطبراني» (3/ 271) Artinya, “Tunjukkan kepada Allah kebaikan dari diri kalian.” (H.R. al-Ṭabarānī) Hadis di atas menunjukkan bahwa penyembahan kepada Allah yang benar itu bermakna pamrihnya hanya kepada Allah. Memamerkan amal hanya untuk […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Tidak ada aturan khusus terkait tempat menggundul atau memotong rambut dalam rangka tahallul saat umrah. Demkian pula memotong atau menggundul rambut saat haji. Jadi, jika Anda selesai melakukan sai, maka Anda boleh memotong rambut di bukit Marwa, sekitar bukit Marwa, di barbershop area Masjidilharam, di […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Syariat menggundul rambut untuk taḥallul hanya berlaku untuk lelaki. Wanita tidak disyariatkan untuk menggundul rambut. Malahan, menggundul rambut bagi wanita untuk taḥallul itu makruh hukumnya. Menggundul rambut untuk taḥallul bagi lelaki itupun statusnya sunah, bukan wajib, bukan rukun dan juga bukan syarat sah taḥallul. Artinya, […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Taḥallul (التَّحَلُّلُ) itu makna mudahnya adalah “Melepaskan diri dari kondisi ihram”. Maksudnya, seorang muslim ketika melakukan ihram, berarti dia secara sengaja memasukkan diri dalam kondisi sakral nan suci (الحرمة), sehingga dia tidak boleh memakai parfum, memotong kuku, bercumbu, berhubungan dengan istri dan semua larangan ihram […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Tidak ada salat apapun yang disunahkan dalam sai. Jadi, setelah selesai sai tidak ada kesunahan untuk melaksanakan salat dua rakaat apapun di atas bukit Marwa. Alasannya tidak ada dalil dalam hal ini. Malahan, jika orang salat sunah 2 rakaat di bukit Marwa setelah sai, maka […] Read more

















