Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Awal Anda melakukan sai, berarti Anda menuju bukit Safa. Begitu sampai dibukit Safa, disunahkan Anda mendaki kira-kira setinggi manusia sampai bisa melihat Kakbah. Jika Kakbah sudah tidak bisa terlihat karena tertutup bangunan atau yang lain, maka tidak masalah, yang penting Anda menghadap ke arah Kakbah. […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ada berapa banyak ahli yang dilibatkan untuk menjadi reviewer sebuah artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks scopus yang tergolong quartile 1 (Q1)? Tiap jurnal mungkin berbeda-beda kebijakannya. Tapi paling tidak, barangkali rentangnya antara 2 sampai 6 orang saja. Reviewer ahli diperlukan untuk menjaga kualitas tulisan […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Klaim pembuat video pendek berikut ini kurang tepat. Membuka bahu kanan saat memakai pakaian ihram bagi lelaki dinamakan Iḍṭibā’ (الاضْطِبَاعُ). Dalam mazhab al-Syāfi‘ī, iḍṭibā‘ itu disunahkan untuk lelaki, baik dalam tawaf qudūm (yang disusul sai), tawaf umrah (yang disusul sai), tawaf ifāḍah (yang disusul […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jika seorang wanita hendak melaksanakan haji wajib (pertama kali) atau umrah wajib (pertama kali), maka di antara kriteria yang dijadikan standar agar bisa disebut telah memiliki istiṭā‘ah (kemampuan) adalah keamanan perjalanan. Al-Nawawi berkata, «وَقَالَ عطاء وسعيد بن جبير وبن سِيرِينَ وَمَالِكٌ وَالْأَوْزَاعِيُّ وَالشَّافِعِيُّ فِي الْمَشْهُورِ […... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Remuknya hati dan merasa hina setelah melakukan dosa lebih baik daripada perasaan bangga setelah melakukan amal saleh.” *** Hisyām bin Ḥassān berkata, «سَيِّئَةٌ تَسُوْءُكَ خَيْرٌ مِنْ حَسَنَةٍ تُعْجِبُكَ». «عيون الأخبار» (1/ 384) Artinya, “Dosa yang merisaukanmu lebih baik daripada kebaikan yang membuatmu bangga.” (‘Uyūn al-Akhbār […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Maksud bersai secara minimalis adalah fokus untuk mengejar keabsahan sai saja. Yakni hanya memastikan telah memenuhi syarat sah dan rukunnya sehingga sainya dipandang sah. Adapun hal-hal yang sifatnya penyempurna, yakni melaksanakan semua sunahnya dan menghindari yang makruh, maka tidak menjadi fokus perhatian. Keputusan sai minimalis […] Read more

















