Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Wahai engkau yang merasa remuk hatinya karena cinta atau urusan dunia lainnya, Tidaklah Rabbmu mengajarimu mengucapkan Allahu Akbar setiap hari melainkan agar hanya Allah sajalah yang agung di hatimu, bukan selain Dia! 14 Ramadan 1443 H/16 April pukul 03.22 Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Dalam kitab Rauḍatu al-Ṭālibīn, al-Nawawī menegaskan bahwa tertawa dalam salat itu dosa, meskipun bukan dosa besar. Al-Nawawī berkata, «وَالضَّحِكُ (فِيهَا)». [«روضة الطالبين وعمدة المفتين» (11/ 224)] Artinya, “(termasuk dosa adalah) tertawa dalam salat.” (Rauḍatu al-Ṭālibīn, juz 11 hlm 224) Hanya saja dari sisi apakah membatalkan salat ataukah tidak maka […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) “Percuma menjadi pelangi untuk suami yang buta warna” atau “Percuma menjadi nada yang indah untuk istri yang tuli” Dikira kalimat-kalimat seperti itu keren. Padahal itu menunjukkan amalnya untuk manusia, mengharap apresiasi manusia dan berharap dibalas manusia. Ini keliru. Beramallah sebaik mungkin dengan niat dilihat Allah, diapresiasi Allah dan […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Mula-mula al-Ḥallāj membuat kesepakatan dengan salah satu muridnya. Sang murid diperintahkan pergi ke salah satu negeri untuk tinggal di sana. Sang muridpun berangkat. Bertahun-tahun sang murid menampakkan diri sebagai ahli ibadah kepada penduduk di sana. Dia membiasakan diri membaca Al-Qur’an dan berpuasa. Ketika kesan sebagai ahli ibadah ini […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Salah satu dampak yang sangat buruk dari tasawuf al-Ḥallāj (atau minimal klaim tasawuf al-Ḥallāj) adalah dijadikannya tasawuf tersebut sebagai kedok orang yang malas beribadah atau malas bekerja. Aslinya malas beribadah atau malas bekerja atau dua-duanya, tapi agar tampak “relijius” dipakailah topeng tasawuf untuk membenarkannya. Ciri orang-orang seperti ini […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Beberapa kali saya melihat sebagian ustaz yang menulis Ḍabṭ (الضبط) nama ulama kurang akurat. Misalnya al-Khaṭīb al-SYIRBĪNĪ ditulis al-Khaṭīb al-Syarbīnī, Ḥāsyiyah al-SYIRWĀNĪ ditulis Ḥāsyiyah al-Syarwānī, MUSAILIMAH al-Każżāb ditulis Musailamah al-Każżāb dan lain-lain. Memang ḍabṭ isim alam murtajal tidak mudah ditebak harakatnya. Tidak seperti isim ‘alam manqul. Jadi kesalahan […] Read more















