Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Siapa menyangka jika mandi sore akan menjadi yang terakhir kali sebelum nyawa dicabut? Seorang wanita, masih muda. Selesai mandi sore beliau santai-santai terlentang di atas ranjang. Mertua lelakinya melihat. Lalu timbul birahinya. Kebetulan sang suami masih bekerja. Lantas sang mertua memaksa. Si wanita melawan dan […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di antara lafaz Arab untuk menyebut ulama adalah Ḥabr (الحَبْرُ). Allah memakai lafaz ini adalah untuk menyebut lapisan intelektual Yahudi dalam Q.S. al-Taubah: 31. Abū Mūsā al-Asy’arī juga memakai lafaz ini saat memuji Ibnu Mas’ūd sebagai ulama di kalangan Sahabat Nabi ﷺ. Beliau meminta agar […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Nama Ibnu Ājurrūm (ابْنُ آجُرُّوْمَ), pengarang kitab al-Muqaddimah al-Ājurrūmiyyah yang tersohor itu dibaca dengan mentasydid huruf rā’. Saya perhatikan beberapa santri yang menghafal nazham al-‘Imrīṭī keliru melafalkannya. Yakni saat sampai ke bait ini, في عُرْبِهَا وَعُجْمِهَا والرُّومِ … أَلَّفَهَا الْحَبْرُ ابْنُ آجُرومِ Sejumlah santri melafalkannya [... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Nazham al-‘Imrīṭī pada hakikatnya adalah versi puisi dari kitab al-Muqaddimah al-Jurrūmiyyah (الْمُقَدِّمَةُ الْجُرُّوْمِيَّةُ) karya Ibnu Ājurrūm. Orang-orang di negeri kita suka menyebutnya dengan singkatan Jurumiyah. Tapi bukan hanya mempuisikan. Al-‘Imrīṭī juga mentahẓīb, yakni membuang yang dirasa tidak perlu serta melengkapi yang dirasa kurang. Kitab... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Alhamdulillah, tak terasa hari ini sudah hari ke-40 syarah nazham al-‘Imrīṭī. Jumlah video juga mencapai 40 buah. Perjalanan masih panjang. Video ke-40 kajian mendalam bait ke-10. 30 Oktober 2023/ 15 Rabi’u al-Tsānī 1445 H pukul 19.21 Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jika sifat/na’at lebih dari satu, maka man’ūt/mauṣuf untuk sifat yang ke-2, -3, dan seterusnya yang mana? Jawabannya adalah YANG TERDEKAT. Jadi pada bait ke-10 nazham al-‘Imrīṭī ini, وَكَانَ خَيْرُ كُتْبِهِ الصَّغِيْرَهْ … كُرَّاسَةً لَطِيْفَةً شَهِيْرَهْ Kata laṭīfah itu man’ūt/mauṣūf-nya adalah kata kurrāsah. Tapi kata syahīrah, […] Read more

















