Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jika suami ragu apakah pernah mentalak ataukah tidak, maka hukumnya tidak jatuh. Sebab keabsahan pernikahan adalah sesuatu yang meyakinkan dan tidak bisa dikalahkan oleh keraguan. Jika suami yakin telah mentalak, hanya saja lupa jumlahnya, maka ambil angka yang terkecil. Misalnya ragu apakah mentalalak 3 ataukah […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Seorang istri bertanya kepada suami, “Apa sebaiknya kita cerai saja?” Suami menjawab, “Ya terserah kamu saja. Itu saya serahkan padamu.” Nah kalimat suami seperti ini disebut tafwīḍu al-ṭalāq (تَفْوِيْضُ الطَّلَاقِ), yakni menyerahkan urusan talak kepada istri. Hukumnya sah. Statusnya adalah tamlīk (التَّمْلِيْكُ). Artinya hak talak […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di zaman dulu ada seorang hamba Allah yang sanggup mengalahkan hasratnya untuk berkeluarga, punya pasangan hidup, memiliki anak yang lucu dan cerdas, membangun karir, punya rumah bagus, punya kendaraan mewah, sesekali rekreasi, sesekali makan enak, menjalani masa tua dengan penuh kebahagiaan dan semisalnya. Yakni semua […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Matanya biru, rambutnya pirang, kulitnya merah. Salah satu tipikal lelaki ganteng di zaman sekarang. Tapi dia adalah salah satu orang yang paling celaka yang diceritakan dalam Al-Qur’an karena menjadi wasilah dibinasakannya kaum Tsamūd secara keseluruhan. Namanya Qudār. Lengkapnya Qudār bin Sālif bin Junda’ (قُدَارَ بْنَ […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ada dua minimal motivasi mengapa kita harus semangat dan serius konsentrasi saat mau memulai salat: Pertama, karena ada perintah Allah agar jangan lemah untuk mengingat-Nya. Allah berfirman, ﴿وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي﴾ [طه: 42] Artinya, “Kalian janganlah lemah untuk mengingat/menyebut-Ku.” (Ṭāhā: 42) Kedua, memastikan kita tidak […] Read more

















