Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan kecintaan sebagian Bani Israel terhadap anak sapi yang mereka sembah itu dengan ungkapan “wa usyribū”. Allah berfirman, ﴿وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ﴾ [البقرة: 93] Artinya, “Diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekufuran mereka.” (Q.S. al-Baqarah: [... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Balasan sebagian amal di dunia itu haqq. Entah perbuatan baik maupun jahat. Balasan juga disesuaikan dengan jenis amalnya. Allah berfirman, {مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ} [النساء: 123] Artinya, “Barangsiapa berbuat keburukan maka pasti dia akan dibalas.” (Q.S. al-Niṣā’: 123) Banyak di antara kita dalam hidup […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jika ilmu ma’rifatullah sudah meresap dalam hati, secara alami orang tidak akan tahan menyimpannya sendirian. Kegembiraannya mengenal Allah dan mengetahui keagungan-Nya akan “memaksanya” untuk mendakwahkan ilmu tersebut kepada makhluk. Kenikmatannya saat membicarakan Allah di berbagai majelis ilmu bagaikan kenikmatan yang dirasakan para peminum khamr yang [... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Walaupun “hanya” mensyarah satu bait Nazham Imrithi, tapi riset yang dilakukan untuk menggali kandungan maknanya dilakukan cukup serius sehingga muncul empat topik pembahasan untuk setiap bait, Pembahasan dasar Pembahasan aspek shorof Pembahasan aspek I’rob Pembahasan makna mendalam Walaupun penyampaiannya diberikan seefektif dan seefisien mungk... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Belajar ilmu din itu dikatakan benar jika buahnya membuat hati menuju Allah. Bukan malah ambisi cari pengikut, memperkaya diri, memperbesar pengaruh, menarget perempuan dan semua target duniawi lainnya. Itulah maksud bait kedua nazham al-imrithi, حَتَّى نَحَتْ قُلُوْبُهُمْ لِنَحْوِهِ Pembahasan lebih lengkap silakan di sini, https://openyoutu.be/npGt5F3B-k8... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Mengi’robi secara sederhana itu kuncinya perhatikan 4 hal, Pertama: Posisi sintaksis (misalnya fā’il, maf’ul bih, tamyiz) Kedua: I’rāb-nya (misalnya rafa’, nashob, jarr, jazm) Ketiga: Kata yang mempengaruhi (misalnya harf jarr, fi’il) Keempat: Tanda i’rāb-nya (misalnya fathah, kasrah, damah) Contoh kita akan mengi’robi kata al-Ustaẓ: جَاءَ […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya “Beruntunglah engkau yang diuji dengan cinta, tapi terhalang untuk bertemu. Karena di situ terkadang ada rahmat Rabbmu.” *** Seorang muslimah ngefans berat dengan salah seorang cowok artis korea. Saking ngefansnya, setiap lihat sang idola dia bisa menjerit histeris. Sekarang bayangkan, muslimah dengan kondisi seperti itu […] Read more

















