Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Saya memandang redaksi Al-Bājūrī dalam Hāsyiyah al-Bājurī terhadap Fatḥu al-Qarīb yang menjelaskan tingkatan ikhlas terendah berikut ini adalah redaksi yang kurang akurat, rawan disalahpahami dan bisa merusak akhirat orang awam, أَنْ يَعْمَلَ لِتَحْصِيْلِ الدُّنْيَا كَمَنْ يَقْرَأُ سُوْرَةَ اْلوَاقِعَةِ لِلْغِنَى وَنَحْوِهِ وَهِيَ الدُّنْيَا Artinya, (Tingk... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ayat wa iyyāka nasta’īn (dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan) menunjukkan bahwa manusia secara pasti akan diberi MASALAH. Sebab, tidak ada orang yang sampai meminta pertolongan jika tidak punya masalah. Orang meminta pertolongan jika dia merasa lemah untuk menyelesaikan sendiri masalahnya. Seandainya dia merasa kuat […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya اللهم ارزقني صاحبا أو صاحبة مثل فيميون في العبادة 23 Oktober 2024 / 19 Rabiul Akhir 1446 pada 19.11 Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Apa bedanya tawakal (التَّوَكُّلُ) dengan tafwid (التَّفْوِيْضُ)? Tawakal itu masih disertai ikhtiar. Tafwid itu tidak disertai ikhtiar. Setidaknya inilah istilah yang dipakai oleh Ibnu al-‘Arabī al-Mālikī. Beliau berkata, فإنْ أَسقَطُوا ما أَذِنَ لهم فيه من ذلك فهو التَّفْوِيضُ». «المسالك في شرح موطأ مالك» (3/ 477) […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ujian iman dalam Islam itu memang bil gaib (بِالْغَيْبِ). Artinya, sesuatu diyakini keberadaannya walaupun tidak bisa diindra. Allah, malaikat, wahyu, surga, neraka, takdir dan semisalnya itu diyakini eksistensinya walaupun kita tidak mampu melihatnya, mendengarnya, membauinya, mengecapnya, dan merabanya. Jika Allah bisa dilihat atau diindra, maka […... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Lauk sehari-hari yang kita pandang biasa, tiba-tiba menjadi begitu nikmat saat kita sangat lapar. Kalau begitu lauk paling enak sebenarnya adalah rasa lapar. 14 Oktober 2024 / 10 Rabiul Akhir 1446 pada 11.28 Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jika kisah Raja Ahab dan Ratu Izebel itu memang benar, maka toleransi kebablasan atas nama menjaga stabilitas politik adalah faktor terbesar yang membuat kemusyrikan menyebar luas di tengah-tengah masyarakat ahli tauhid. Juga menunjukkan betapa bahayanya memiliki pemimpin yang lemah ketaatannya dalam menyembah Allah, karena akan […] Read more















