Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Contoh kemungkaran halus di dunia akademik saat membahas ilmu syar’i misalnya yang ditulis oleh D.S. Powers. Dalam papernya yang berjudul “The Islamic Inheritance System: A Socio-Historical Approach” yang diterbitkan oleh Jurnal “Arab Law Quarterly” 8, no. 1 (1993): 13–29, https://doi.org/10.2307/3381490, dia menulis begini, “According to the classical view, […... Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Nalar fikih yang diajarkan imam al-Syāfi‘ī dalam kitab al-Risālah dan dipraktekkan dengan sangat bagus dalam kitab al-Umm itu sudah sangat cukup untuk menyaring mana yang haqq mana yang batil, mana hidayah mana penyesatan dan mana yang syar’i mana yang bid’ah. Tidak peduli baik dalam urusan akidah maupun hukum. […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Istilah untuk leluhur dalam budaya Jawa yang sudah disepakati dan terkesan “mutawatir” ada tujuh tingkatan yaitu, Bapak-ibu Mbah Buyut Canggah Wareng Udeg-udeg Gantung Siwur Leluhur level 1, yakni bapak dan ibu dalam satu komunitas disebut Rama (untuk pengganti panggilan Bapak) dan Biyung (untuk pengganti panggilan Ibu). Di sebagian daerah, […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Seorang anak melihat ayahnya masuk ke dalam ATM lalu menekan-nekan tombol. Sejurus kemudian keluarlah lembaran-lembaran uang seratus ribuan dan lima puluh ribuan. Sang ayah mengambil gepokan uang itu, melipatnya dan memasukkannya ke dalam dompetnya. Setelah itu sang anak diajak membeli baju, mainan, makanan dan berbelanja kebutuhan rumah. Demikian dilakukan […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Sebagian orang keliru memahami makna “berbaik sangka kepada Allah”, yakni menyangka bahwa jika kita sudah berbaik sangka kepada Allah, berarti kita bisa “mengontrol” bahkan “memaksa” keputusan Allah agar sesuai kehendak kita. Misalnya orang punya keinginan kaya raya, punya mobil bagus dan rumah indah, lalu “berbaik sangka” bahwa Allah akan […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Di antara orang yang paling sanggup menghayati makna takbir iduladha adalah mereka yang diuji dengan perasaan cinta. Yang sedih karena cinta. Yang remuk hatinya karena cinta. Yang berduka karena cinta. Yang patah hati karena cinta. Bahkan menderita karena cinta. Saat mengucapkan “Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar” seakan-akan dia memperbarui sikap hidupnya […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Jika ingin melihat bagaimana konsep persatuan politik umat Islam yang benar, maka lihatlah tindakan cucu Rasulullah ﷺ: al-Hasan bin ‘Ali. Waktu itu umat Islam terpolarisasi menjadi dua kelompok politik besar: Pertama, pendukung al-Ḥasan bin ‘Ali. Kedua, pendukung Mu‘āwiyah bin Abū Sufyān. Keduanya dibaiat sebagai khalifah/amirul mukminin oleh pendukung masing-masing. […] Read more

















