Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Jika kata hijab dipakai untuk konteks hukum menutup aurat bagi wanita, maka itu bagus. Itu pembahasan yang mengarah pada ketakwaan, menjaga kehormatan (iffah) dan ketaatan kepada Allah. Tapi jika dipakai oleh varian tasawuf tertentu, maka Anda harus ekstra waspada karena bisa jadi Anda akan disesatkan secara tidak sadar. […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Ketika al-Ḥallāj hendak dieksekusi, para murid dan pecintanya datang berkerumun untuk menyaksikannya. Mungkin perasaan mereka waktu itu campur aduk. Antara sedih, iba, dan takut campur geram. Melihat mimik-mimik muridnya seperti itu, al-Ḥallāj menghibur mereka dengan berkata, “Kalian tidak usah galau berat. Nanti setelah 30 hari saya akan hidup […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Suatu hari Aḥmad al-Ḥāsib dikirim oleh khalifah al-Mu‘taḍid (المعتضد) ke India untuk sejumlah kepentingan. Dia naik kapal bersama sejumlah orang. Di antara mereka ada al-Ḥallāj. Ketika semua keluar dari kapal, Aḥmad al-Ḥāsib menanyai al-Ḥallāj, “Kenapa kamu ikut?” Al-Ḥallāj menjawab, “Untuk belajar sihir demi mendukung dakwah!” Al-Żahabī menceritakan kisah […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Di antara nasihat Rasulullah ﷺ yang paling berat diamalkan oleh wanita yang dipoligami adalah hadis berikut ini, «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ». [«صحيح البخاري» (1/ 12 ط السلطانية)] Artinya, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga menyukai untuk saudaranya sesuatu yang ia juga […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Tidak diragukan lagi bahwa Allah akan membalas amal saleh seorang hamba sesuai dengan tingkat amal masing-masing. Oleh karena itu tidak pantas orang yang amal salehnya lemah lalu berharap dibalas surga dengan level yang diterima oleh Abu Bakar misalnya. Orang yang amal salehnya lemah, masih sering menunda-nunda kebaikan, masih sering […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Ini lanjutan kisah mesum al-Ḥallāj sebelumnya. Setelah al-Ḥallāj gagal menyetubuhi wanita yang jadi menantunya karena kepergok duluan, maka dia pun pergi. Sang menantu lanjut tidur. Ditemani putri al-Ḥallāj. Putra al-Ḥallāj yang jadi suami menantunya sedang di kota lain. Paginya, al-Ḥallāj turun dari tempatnya. Mungkin lokasi tidur al-Ḥallāj di lantai […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Diriwayatkan al-Ḥallāj terbiasa mengatakan kepada salah satu muridnya, “Kamu Nuh!”. Yang lainnya dikatakan, “Kamu Musa!”. Yang lainnya dikatakan, “Kamu Muhammad!”. Al-Żahabī menulis riwayat tersebut dengan redaksi sebagai berikut, وَكَانَ يَقُوْلُ لِلْوَاحِد مِنْ أَصْحَابه: أَنْتَ نُوح. وَلآخر: أَنْتَ مُوْسَى. وَلآخر: أَنْتَ مُحَمَّد». [«سير أعلام النبلاء – ط الرسالة» (14/ 327)] [... Read more

















