Oleh Ustadz Muafa Wanita menangis apakah pasti terzalimi? Tidak. Wanita yang mengadu sambil menangis bisa jadi dia benar-benar terzalimi, bisa jadi justru dia yang zalim. Bukan hanya wanita, tetapi lelaki juga. Seandainya setiap orang yang menangis dinilai sebagai pihak yang benar, tentu saudara Nabi Yusuf mestinya dianggap benar karena mereka pulang ke rumah sambil menangis […] Read more
Oleh Ustadz Muafa 30 Syawwal 1438 H Beliau adalah salah satu ulama besar bermadzhab Syafi’i. Awalnya belajar madzhab maliki pada ayahnya sendiri. Setelah itu belajar mazhab syafi’i. Beliau menonjol dalam hadis dan dikenal sebagai lautan ilmu. Di antara karyanya yang paling terkenal adalah kitab hadis bernama Al-Ilmam (الإلمام). Beliau wafat pada tahun 702 H. Di […] Read more
Oleh Ustadz Muafa 3 Dzul Qo’dah 1438 H Orang secerdas apa pun, seluas apa pun ilmunya, sedalam apa pun pemikirannya, sebersih apa pun jiwanya, setenang apa pun pembawaanya, ada saat-saat tertentu di mana pikirannya diselimuti kabut, hati bagaikan air yang keruh dan susah berpikir jernih. Saat-saat itu terjadi umumnya pada saat emosi mulai terlibat dalam […] Read more
Dijawab oleh Ust. Muafa Pertanyaan Assalamu’alaikum Wr Wb Apa kabar Ustad, mudah2 han selalu dalam lindungan Alloh SWT. Ustad, Saya belum begitu jelas tentang bacaan Sholawat saat Tasyahud awal,apakah kita boleh membaca ” Allohumma Sholi’ala Muhammad ” saja atau harus dengan Sholawat yg lebih lengkap ” Allohumma Sholi’ala Muhammad….innaka Hamiddummajid “. Mohon penjelasannya dan saya […] Read more
Namanya sama dengan shahabat Nabi yang mulia; Ubay bin Ka’ab. Tapi Ubay bin Kholaf kafir, Ubay bin Ka’ab mukmin yang dicintai Allah. Gelarnya adalah ghithrif (الغطريف) artinya, seorang tokoh, pemimpin, dan orang mulia yang dermawan yang banyak kebaikannya. Tetapi gelar yang diberikan masyarakat jahiliyyah itu tidak memberi manfaat sedikitpun di sisi Allah karena permusuhannya terhadap […] Read more
Oleh Ustadz Muafa Kendati An-Nawawi bermadzhab Asy-Syafi’i dan dikenal sebagai pakar madzhab sampai digelai Sang Guru (syaikh), tetapi hal ini tidak menghalangi beliau untuk bersikap kritis. Sikap kritis ini di kalangan ulama adalah perwujudan rasa ketakwaan terhadap Allah. Oleh karena itu wajar jika dalam beberapa kasus, An-Nawawi berbeda pendapat dengan imamnya sendiri. Hanya saja, oleh […] Read more

















