Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Mengapa ba’du pada kata ammā ba’du (أَمَّا بَعْدُ) didamah? Kenapa tidak difathah menjadi ammā ba’da (أَمَّا بَعْدَ) Jawabannya adalah sebagai berikut. Aslinya memang difathah. Lengkapnya begini, أَمَّا بَعْدَ مَا تَقَدَّمَ فـ…. Yang boleh kita terjemahkan, “Adapun sesudah apa yang saya katakan sebelumnya” maka… Tampak pada […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Bisakah wawu yang difathah (وَ) bermakna ADAPUN, yakni mewakili kata ammā (أَمَّا)? Bisa. Contohnya adalah pada bait keenam nazham al-‘Imrīṭī, وَبَعْدُ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَمَّا اقْتَصَرْ … جُلُّ الْوَرَى عَلَى الْكَلَامِ المَخْتَصَرْ frasa wa ba’du pada bait di atas setara dengan frasa ammā ba’du (أَمَّا بَعْدُ). […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Makna al-āl (الآل) dalam pendapat mu’tamad mazhab al-Syāfi‘ī adalah keluarga Nabi ﷺ yang beriman di kalangan Bani Hāsyim dan Bani al-Muṭṭalib. Saya suka pendapat ini, karena mengingatkan jasa besar dua klan tersebut dalam membela Rasulullah ﷺ pada peristiwa pemboikotan Rasulullah ﷺ di Mekah. Di saat […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Di antara kisah menakjubkan terkait teladan parenting dari generasi saleh di masa lalu adalah cerita pada keluarga Nabi Ya’qub. Saat Nabi Yusuf dibuang saudara-saudaranya ke dalam sumur, umur beliau saat itu masih belum mencapai usia dewasa. Belum balaga asyuddahu (بلغ أشده). Masih masa peralihan dari […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Coba tebak: Lafaz wal ālī (وَالآلِ) pada bait ke-5 nazham al-‘Imrīṭī ini, kata yang menyebabkan i’rab jarr apa? مُحَمَّدٍ وَالآلِ وَالأَصْحابِ … مَنْ أَتْقَنُوا الْقُرْءَانَ بِالإعْرَابِ Mungkin sekilas akan segera menjawab bahwa penyebab i’rāb jārr adalah kata muhammad (مُحَمَّدٍ). Sebab kata al-āl adalah ma’ṭūf sehingga […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Ibnu Abī Syaibah meriwayatkan, عَنِ ابْنِ عُمَرَ: «أَنَّهُ كَانَ يَضْرِبُ وَلَدَهُ عَلَى اللَّحْنِ». «مصنف ابن أبي شيبة» (5/ 240 ت الحوت) Artinya, “Dari Ibnu Umar, bahwasanya beliau memukul anaknya jika melakukan kesalahan berbahasa Arab.” (Muṣannaf Ibn Abī Syaibah, juz 5 hlm 240) *** Seperti ini […] Read more

















