Oleh: Ust. Muafa Tidak ada aqiqah setelah baligh. Aqiqah disyariatkan hanya untuk bayi, bukan untuk yang sudah baligh atau dewasa. Rasulullah ﷺ bersabda; مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافَأَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ Artinya: “Barangsiapa diantara kalian ada yang suka berkurban (mengaqiqahi) untuk anaknya, maka silakan melakukan. Untuk satu putra […] Read more
Oleh: Ustadz Muafa Yang pertama kali membantah bahwa Asy-Syafi’i menulis kitab Al-Umm adalah seorang sastrawan dan pemerhati bahasa Arab Mesir bernama Dr.Zaki Mubarok. Beliau menulis sebuah buku kecil yang isinya meragukan penisbatan kitab Al-Umm kepada Asy-Syafi’i berjudul “Ishlahu Asyna-‘i Khotho-in Fi Tarikh At-Tasyri’ Al-Islami; Kitab Al-Umm Lam Yu-allif-hu Asy-Syafi’i, Wa Innama Allafahu Al-Buwaithi Wa Tashorrofa [... Read more
Oleh : Ust. Muafa Kitab fikih populer berbeda dengan kitab fikih induk. Bisa saja ada kitab fikih yang populer di negeri ini, tetapi tidak tergolong kitab induk, misalnya kitab Fathu Al-Qorib karya Ibnu Qosim Al-Ghozzi dan Fathu Al-Mu’in karya Al-Malibari. Kitab dasar juga tidak identik dengan kitab induk. Jadi, jika ada kitab yang dianggap dasar […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Kepopuleran kitab tertentu adalah fenomena sejarah. Oleh karena itu bisa berubah-ubah tergantung gerakan intelektual yang hidup di zaman tertentu. Berbicara madzhab Asy-Syafi’i, tentu saja kitab fikih pertama kali yang dikenal dan populer adalah kitab karya pendiri madzhab yaitu Al-Umm (الأم) dan Al-Hujjah (الحجة). Setelah Asy-Syafi’i wafat, maka ilmu beliau disebarkan oleh […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Di antara nikmat besar bagi seorang ulama yang berdakwah dan menyebarkan dinullah adalah jika memiliki murid yang cerdas nan salih yang serius mengemban dan menyebarkan ilmu gurunya dengan berbagai wasilah. Murid cemerlang ini bersungguh-sungguh mendokumentasi ilmu gurunya agar tidak ada satupun ilmu sang guru yang hilang, lalu berkreasi membuat karya-karya untuk […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Manzhumah (المنظومة) berasal dari kata nazhoma (نظم). Makna bahasa nazhoma adalah menyusun. Makna istilahnya adalah menggubah puisi. Jadi, pengertian mudah manzhumah adalah puisi (sebagai hasil aktivitas menggubah). Orang yang membuat manzhumah disebut nazhim (الناظم). Ada orang Indonesia yang menerjemahkan nazhim dengan sebutan Penazam. Saya pernah membaca terjemahan kitab Qurrotu Al-‘Uyun yang […] Read more
Oleh : Ust. Muafa Di negeri kita, ada sejumlah matan yang cukup terkenal dipelajari sebagai upaya memahami sebagaian ilmu-ilmu Islam. Sebut saja, • Matan Ajurumiyyah karya Ibnu Ajurrum dalam bidang nahwu • Nadhom Al-‘Imrithi dalam bidang nahwu yang merupakan versi puisi Matan Ajurrumiyyah • Alfiyyah karya Ibnu Malik dalam bidang nahwu • Aqidatu Al-‘Awam dalam […] Read more