Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Tata cara mengangkat telunjuk yang benar saat tasyahud itu bukan dinaikkan tegak lurus. Tetapi justru malah ditekuk sedikit. Al-Khaṭīb al-Syirbīnī berkata, «(وَيَرْفَعُهَا) مَعَ إمَالَتِهَا قَلِيلًا كَمَا قَالَهُ الْمَحَامِلِيُّ وَغَيْرُهُ». [«مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج» (1/ 378)] Artinya, “Dan dia (orang yang salat) mengangkat […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Saat telunjuk diangkat dalam tasyahud, pastikan ujung telunjuk menghadap ke arah kiblat karena hal itu disunahkan. Al-Khaṭīb al-Syirbīnī berkata, «وَيُسَنُّ أَنْ يَكُونَ رَفْعُهَا إلَى الْقِبْلَةِ نَاوِيًا بِذَلِكَ التَّوْحِيدَ وَالْإِخْلَاصَ، وَيُقِيمُهَا وَلَا يَضَعُهَا كَمَا قَالَهُ نَصْرٌ الْمَقْدِسِيُّ». [«مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج» (1... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Dalam mazhab al-Syāfi‘ī, telunjuk yang diangkat saat tasyahud itu tidak diangkat sejak pertama membaca doa tasyahud. Tetapi diangkat hanya saat sampai kalimat ikhlas. Tepatnya, telunjuk itu di angkat saat mengucapkan ILLĀLLĀH, yakni ketika sampai pada huruf hamzah-nya. Al-Nawawī berkata, «يُسَنُّ أَنْ يُشِيرَ بِمُسَبِّحَةِ يُمْنَاهُ فَيَرْفَعُهَا […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Dalam mazhab al-Syāfi‘ī, telunjuk yang diangkat ketika tasyahud itu hanya diangkat saja sebagai simbol keikhlasan dan ketauhidan. Tidak perlu digerak-gerakkan. Kalau digerak-gerakkan hukumnya malah makruh walaupun tidak sampai membatalkan salat. Al-Nawawī berkata, «وَهَلْ يُحَرِّكُهَا عِنْدَ الرَّفْعِ بِالْإِشَارَةِ فِيهِ أَوْجُهٌ (الصَّحِيحُ) الَّذِي قَطَع... Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Barangkali Anda pernah melihat orang yang salat sambil meletakkan kedua tangannya pada lambung kirinya atau area yang pas dengan jantungnya. Ijtihad imam siapakah itu? Adakah mujtahid yang merekomendasikannya? Apakah ada dalil khusus yang menjelaskannya? *** Jawabannya adalah tidak ada dalil khusus yang merekomendasikannya. Tidak ada […] Read more
Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya Jawabannya adalah dilepas di samping badan. Jadi, setelah mengangkat tangan sambil mengucapkan sami‘allāhu liman ḥamidah, maka tangan bukan disedekapkan lagi sebagaimana posisi tangan saat berdiri setelah takbiratul ihram. Tetapi dilepas biasa di samping badan. Al-Khaṭīb al-Syirbīnī berkata, «(فَإِذَا انْتَصَبَ) أَرْسَلَ يَدَيْهِ وَ (قَالَ) كُلٌّ مِنْ [... Read more

















