Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Syaikh Yasin Al-Marrokisyi (ياسين المراكشي) barangkali memang bukan nama yang familiar di telinga kita. Tetapi jika kita tahu bahwa beliau adalah salah satu guru istimewa An-Nawawi, maka itu akan menjadi alasan penting untuk membuat kita mengkaji sebagian kisah terkait beliau yang bisa menjadi ibrah penting untuk kita. Telah […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Dahulu, ada seorang “ustaz”, “syaikh”, “kyai”, dan “ulama” di kalangan Yahudi yang bernama Abdullah bin Salam. Saat masih “bersama” Yahudi, beliau dipuji-puji, dihebat-hebatkan, dielu-elukan dan dibangga-banggakan. Tetapi setelah tidak “bersama” dengan Yahudi dan memilih “keluar” dari keyahudiannya dan bahkan mengkritik Yahudi, maka segera saja beliau dimaki-maki, dihina-hina, dijelek-... Read more
Jawaban pertanyaan waris oleh Laily Maghfiroh telah di koreksi oleh Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Pertanyaan Seorang ayah wafat meninggalkan seorang istri, seorang putra, 2 orang putri. Sang putra memiliki satu orang putra dan 2 orang putri. Salah satu putri memiliki seorang putra dan seorang putri. Setelah ayah wafat, tidak lama kemudian ibu juga wafat. […] Read more
Oleh: Ustaz Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Saya tidak ragu untuk menegaskan bahwa memahami isbal haram secara mutlak adalah di antara pendapat terlemah yang pernah saya temui. Lebih lemah lagi jika memahami isbal makruh. Dalam buku ini, saya menjelaskan argumentasi-argumentasi yang menunjukkan isbal bukan haram secara mutlak, tetapi muqoyyad. Artinya, jika orang berisbal karena sombong […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Tidak semua penulis menghasilkan karya bermutu. Tebal atau tipisnya kitab bukanlah ukuran untuk menilai sebuah karya bermutu ataukah tidak. Karya bermutu tentu saja harus dilihat isinya. Sebuah karya bermutu pastilah padat ilmu, mendalam, luas, kaya informasi, inspiratif, dan “hidup terus” karena selalu relevan sepanjang masa. An-Nawawi termasuk salah […] Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Qodho’ (القضاء) adalah menjelaskan hukum syara’ dengan disertai ada unsur pemaksaan untuk menerapkannya. Beda dengan fatwa karena fatwa (الفتوى) itu menjelaskan hukum syara’ tanpa ada unsur pemaksaan untuk melaksanakannya. Jadi perbedaan paling mendasar antara qodho dengan fatwa adalah adanya unsur ilzam (الإلزام) (mengikat/mewajibkan/memaksa). Qodho’ mengandung unsur ilzam sementara [... Read more
Oleh : Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Membahas perbedaan antara “wasthun” (وَسْط) dengan “wasathun” (وَسَط) sebenarnya adalah kajian “remeh’. Tetapi justru karena “remehnya” itu, malah banyak yang mengabaikan, dan berakibat jatuh dalam kekeliruan. Yang keliru ini bukan hanya orang yang baru belajar bahasa Arab, tetapi juga menimpa orang yang sudah belasan atau bahkan puluhan tahun […] Read more

















